Sabtu, 13 April 2013

Hipotesis

Pengertian Hipotesis

Berikut ini adalah pengertian hipotesis menurut beberapa ahli :

Menurut Trelease (1960), hipotesis merupakan dugaan atau kesimpulan sementara dari suatu fakta yang dapat diamati.

Menurut Good dan Scates (1954), hipotesis merupakan sebuah taksiran atau referensi yang dirumuskan serta diterima untuk sementara yang dapat menerangkan fakta-fakta yang diamati.

Kerlinger (1973) berpendapat bahwa hipotesis adalah suatu hubungan logis antara dua atau lebih variabel yang dinyatakan dalam bentuk suatu pernyataan yang dapat diuji.

Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah jawaban atau kesimpulan sementara dari masalah penelitian yang harus diuji kebenarannya.

Kegunaan Hipotesis

1. Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian.
2. Menyiapkan peneliti pada kondisi fakta-fakta dan hubungan antar fakta.
3. Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta.
4. Sebagai panduan dalam pengujian dan penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.



Ciri-ciri Hipotesis yang Baik

1. Hipotesis harus menyatakan hubungan antar variabel.
2. Hipotesis harus sesuai dengan fakta.
3. Hipotesis harus berhubungan dan sesuai dengan ilmu pengetahuan.
4. Hipotesis harus dapat diuji.
5. Hipotesis harus sederhana.
6. Hipotesis harus dapat menerangkan fakta.

Macam-macam Hipotesis

a. Hipotesis Nol (Ho)

Hipotesis nol atau disebut juga hipotesis nihil merupakan salah satu jenis hipotesis statistik karena biasanya dipakai dalam penelitian statistik, yaitu diuji dengan hitungan statistik. Hipotesis nol menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel, atau tidak adanya pengaruh variabel X dan variabel Y.

b. Hipotesis Kerja / Alternatif (Ha)

Hipotesis kerja menyatakan hubungan antara varibel X dan Y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok. Hipotesis alternatif diposisikan sebagai bentuk batasan ilmu pengetahuan setelah diperoleh dari hasil kajian teoritis. Mereka dapat digunakan untuk menempatkan pernyataan lain selain hipotesis nihil / nol.

c. Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskriptif merupakan dugaan terhadap nilai satu variabel dalam satu sampel, walaupun didalamnya bisa terdapat beberapa kategori. Hipotesis ini tidak membandingkan dan menghubungkan dengan variabel lain atau hipotesis yang dirumuskan untuk menentukan titik peluang, hipotesis yang dirumuskan untuk menjawab permasalahan taksiran (estimatif).

d. Hipotesis Komparatif

Hipotesis komparatif dirumuskan untuk memberikan jawaban pada permasalahan yang bersifat membedakan.

e. Hipotesis Asosiatif

Hipotesis asosiatif dirumuskan untuk memeberikan jawaban pada permasalahan yang bersifat hubungan. Hipotesis asosiatif dibagi lagi menjadi tiga, yaitu
> Hipotesis hubungan simentris, adalah hipotesis yang menyatakan hubungan bersifat kebersamaan antara dua variabel atau lebih, tetapi tidak menunjukan sebab akibat.

> Hipotesis hubungan sebab-akibat (kausal), adalah hipotesis yang menyatakan hubungan bersifat mempengaruhi antara dua variabel atau lebih

> Hipotesis hubungan interatif, adalah hipotesis hubungan antara dua variabel atau lebih yang bersifat saling mempengaruhi.
 



Referensi :
dunianyasiayu.files.wordpress.com/2009/12/metodepenelitian09.pdf
http://ichsanx.blogspot.com/2011/05/pengertian-hipotesis-penelitian-jenis.html 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Transparent Teal Star Multi-Colored Light Pointer