Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 08 Mei 2014
Who is Your Ideal President?
Presidential election will be held on July, 9th. And this is the first time for me to vote for president. I’ve been searching the candidates and I decided to vote him.
I have my own criterias for the next president and I think His personality and ability suit for my criteria.
He is graduated from military academy so I’m sure He is decisive, make a decision undoubtedly and quickly, and brave. He is the one who also come from the most-influenced family in this country. And not to mention his wealth. With that, He has less posibility to corrupt. I think my beloved country, Indonesia, will be better in his hands
Rabu, 07 Mei 2014
Software Penguji Aplikasi : AutoIT
Pengertian Pengujian
Pengujian perangkat lunak (Software Testing) adalah suatu teknik yang digunakan untuk menentukan bahwa perangkat lunak yang dihasilkan telah memecahkan masalah. Testing perangkat lunak yaitu proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang diinginkan (defects/errors/bugs) dan mengevaluasi fitur-fitur dari entitas software dan elemen kritis dari jaminan kualitas perangkat lunak dan merepresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, desain, dan pengkodean. Perangkat Lunak termasuk salah satu langkah dalam metodologi pengembangan sistem (SDLC: System Development Life Cycle). Namun, pada setiap aktivitas SDLC yang dilakukan pengujian tetap harus dilalukan.
Tujuan utama pengujian adalah untuk mendeteksi kegagalan perangkat lunak sehingga cacat dapat ditemukan dan diperbaiki. Pengujian tidak dapat menetapkan bahwa fungsi produk dengan benar dalam semua kondisi namun hanya dapat menetapkan bahwa hal itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya dalam kondisi tertentu.
Sejumlah aturan yang berfungsi sebagai sasaran pengujian pada perangkat lunak adalah:
-Pengujian adalah proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan kesalahan.
-Test case yang baik adalah test case yang memiliki probabilitas tinggi untuk menemukan kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
-Pengujian yang sukses adalah pengujian yang mengungkap semua kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
Pengujian perangkat lunak (Software Testing) adalah suatu teknik yang digunakan untuk menentukan bahwa perangkat lunak yang dihasilkan telah memecahkan masalah. Testing perangkat lunak yaitu proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang diinginkan (defects/errors/bugs) dan mengevaluasi fitur-fitur dari entitas software dan elemen kritis dari jaminan kualitas perangkat lunak dan merepresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, desain, dan pengkodean. Perangkat Lunak termasuk salah satu langkah dalam metodologi pengembangan sistem (SDLC: System Development Life Cycle). Namun, pada setiap aktivitas SDLC yang dilakukan pengujian tetap harus dilalukan.
Tujuan utama pengujian adalah untuk mendeteksi kegagalan perangkat lunak sehingga cacat dapat ditemukan dan diperbaiki. Pengujian tidak dapat menetapkan bahwa fungsi produk dengan benar dalam semua kondisi namun hanya dapat menetapkan bahwa hal itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya dalam kondisi tertentu.
Sejumlah aturan yang berfungsi sebagai sasaran pengujian pada perangkat lunak adalah:
-Pengujian adalah proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan kesalahan.
-Test case yang baik adalah test case yang memiliki probabilitas tinggi untuk menemukan kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
-Pengujian yang sukses adalah pengujian yang mengungkap semua kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
Senin, 05 Mei 2014
Kriteria Manager Proyek
Manajer Proyek (Project Manager) adalah seseorang yang bertindak sebagai pimpinan dalam suatu proyek. PM sangat berperan penting dalam adanya suatu proyek, karena kegagalan dan keberhasilan dari proyek tersebut di tentukan oleh PM itu sendiri.
Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.
Manajemen proyek yang baik adalah cara mengelola dan mengorganisir berbagai aset, sumber daya manusia, waktu serta kualitas pekerjaan proyek, sehingga proyek menghasilkan kualitas yang maksimal dalam waktu yang sudah direncanakan serta memberikan efek kesejahteraan bagi karyawan. Didalam sebuah proyek dibutuhkan sebuah organisasi yang bagus sehingga masing-masing personil dapat melaksanakan pekerjaanya dengan baik sesuai tenggung jawabnya masing-masing tanpa mendapat tekanan dari atasan.
Setidaknya ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:
1. Karakter Pribadinya
2. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
3. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.
Manajemen proyek yang baik adalah cara mengelola dan mengorganisir berbagai aset, sumber daya manusia, waktu serta kualitas pekerjaan proyek, sehingga proyek menghasilkan kualitas yang maksimal dalam waktu yang sudah direncanakan serta memberikan efek kesejahteraan bagi karyawan. Didalam sebuah proyek dibutuhkan sebuah organisasi yang bagus sehingga masing-masing personil dapat melaksanakan pekerjaanya dengan baik sesuai tenggung jawabnya masing-masing tanpa mendapat tekanan dari atasan.
Setidaknya ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu:
1. Karakter Pribadinya
2. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
3. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
Tentang COCOMO
Constructive Cost Model (COCOMO) Merupakan algoritma estimasi biaya perangkat lunak model yang dikembangkan oleh Barry Boehm. Model ini menggunakan rumus regresi dasar, dengan parameter yang berasal dari data historis dan karakteristik proyek proyek saat ini.
COCOMO adalah sebuah model yang didesain oleh Barry Boehm untuk memperoleh perkiraan dari jumlah orang-bulan yang diperlukan untuk mengembangkan suatu produk perangkat lunak. Satu hasil observasi yang paling penting dalam model ini adalah bahwa motivasi dari tiap orang yang terlibat ditempatkan sebagai titik berat. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama tim merupakan sesuatu yang penting, namun demikian poin pada bagian ini sering diabaikan.
Sejarah COCOMO
COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W. ’s Book ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses software umum pembangunan di 1981.
Referensi untuk model ini biasanya menyebutnya COCOMO 81. Pada tahun 1997 COCOMO II telah dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Estimasi Biaya COCOMO II Software dengan COCOMO II. adalah penerus dari COCOMO 81 dan lebih cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern. Hal ini memberikan lebih banyak dukungan untuk proses pengembangan perangkat lunak modern, dan basis data proyek diperbarui. Kebutuhan model baru datang sebagai perangkat lunak teknologi pengembangan pindah dari batch processing mainframe dan malam untuk pengembangan desktop, usabilitas kode dan penggunaan komponen software off-the-rak. Artikel ini merujuk pada COCOMO 81.
COCOMO adalah sebuah model yang didesain oleh Barry Boehm untuk memperoleh perkiraan dari jumlah orang-bulan yang diperlukan untuk mengembangkan suatu produk perangkat lunak. Satu hasil observasi yang paling penting dalam model ini adalah bahwa motivasi dari tiap orang yang terlibat ditempatkan sebagai titik berat. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama tim merupakan sesuatu yang penting, namun demikian poin pada bagian ini sering diabaikan.
Sejarah COCOMO
COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W. ’s Book ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses software umum pembangunan di 1981.
Referensi untuk model ini biasanya menyebutnya COCOMO 81. Pada tahun 1997 COCOMO II telah dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Estimasi Biaya COCOMO II Software dengan COCOMO II. adalah penerus dari COCOMO 81 dan lebih cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern. Hal ini memberikan lebih banyak dukungan untuk proses pengembangan perangkat lunak modern, dan basis data proyek diperbarui. Kebutuhan model baru datang sebagai perangkat lunak teknologi pengembangan pindah dari batch processing mainframe dan malam untuk pengembangan desktop, usabilitas kode dan penggunaan komponen software off-the-rak. Artikel ini merujuk pada COCOMO 81.
Keuntungan dan Kerugian Software Open Source
Software Open Source adalah sebuah istilah yang digunakan untuk software yang membuka / membebaskan source codenya secara gratis tanpa harus membeli lisensi ataupun royalty untuk dapat dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain untuk mengembangkan serta mengetahui cara kerja software tersebut. Banyak Software open source disebarluaskan dengan menggunakan lisensi public, antara lain misalnya lisensi GPL (GNU General Public License). Lisensi model ini memastikan bahwa kode sumber sebuah program open source akan selamanya bersifat open source. (Oleh: Dr. Husni Thamrin Ketua POSS-UMS).
Teknologi informasi yang semakin berkembang dan semakin tidak terbatasnya user, membuat kebutuhan akan software pun semakin bertambah. Dengan adanya konsep open source sangat membantu para pengguna, bukan hanya karena tidak harus membeli lisensi, tetapi pengguna dapat mengembangkan ataupun memodifikasi code sesuai dengan keinginannya. Berikut adalah beberapa keuntungan dan kerugian dari Software Open Source :
1. Lisensi Gratis
Software berlisensi memerlukan biaya tambahan untuk pembeliannya, sedangkan pada software open source lisensi yang diberikan adalah gratis, sehingga tidak memerlukan biaya tambahan untuk pembelian lisensi Software.
2. Keberadaan Bug/Error dapat segera terdeteksi dan diperbaiki
Mengapa begitu? Karena Software open source dikembangkan oleh banyak orang ataupun pemakai, jadi secara tidak langsung software telah dievaluasi oleh End-User.
Teknologi informasi yang semakin berkembang dan semakin tidak terbatasnya user, membuat kebutuhan akan software pun semakin bertambah. Dengan adanya konsep open source sangat membantu para pengguna, bukan hanya karena tidak harus membeli lisensi, tetapi pengguna dapat mengembangkan ataupun memodifikasi code sesuai dengan keinginannya. Berikut adalah beberapa keuntungan dan kerugian dari Software Open Source :
Keuntungan Software Open Source
1. Lisensi Gratis
Software berlisensi memerlukan biaya tambahan untuk pembeliannya, sedangkan pada software open source lisensi yang diberikan adalah gratis, sehingga tidak memerlukan biaya tambahan untuk pembelian lisensi Software.
2. Keberadaan Bug/Error dapat segera terdeteksi dan diperbaiki
Mengapa begitu? Karena Software open source dikembangkan oleh banyak orang ataupun pemakai, jadi secara tidak langsung software telah dievaluasi oleh End-User.
Peraturan dan Regulasi 2
Peraturan dan Regulasi : UU No. 36 Tentang Telekomunikasi
Beberapa alasan telekomunikasi perlu diatur adalah:
1. Telekomunikasi merupakan suatu bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak sehingga pengaturannya perlu dilakukan secara khusus agar sesuai dengan Prinsip Ekonomi indonesia yang terdapat dalam Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945).
2. Telekomunikasi mempunyai arti penting karena dapat dipergunakan sebagai suatu wahana untuk mencapai pembangunan nasional dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
3. Penyelenggaraan telekomunikasi juga mempunyai arti strategis dalam upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, memperlancar kegiatan pemerintahan, mendukung terciptanya tujuan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, serta meningkatkan hubungan antar bangsa.Sejak tahun 1961, industri telekomunikasi di Indonesia telah mengalami kemajuan berarti dengan dimilikinya industri ini secara tunggal oleh perusahaan negara.
1. Telekomunikasi merupakan suatu bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak sehingga pengaturannya perlu dilakukan secara khusus agar sesuai dengan Prinsip Ekonomi indonesia yang terdapat dalam Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945).
2. Telekomunikasi mempunyai arti penting karena dapat dipergunakan sebagai suatu wahana untuk mencapai pembangunan nasional dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
3. Penyelenggaraan telekomunikasi juga mempunyai arti strategis dalam upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, memperlancar kegiatan pemerintahan, mendukung terciptanya tujuan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, serta meningkatkan hubungan antar bangsa.Sejak tahun 1961, industri telekomunikasi di Indonesia telah mengalami kemajuan berarti dengan dimilikinya industri ini secara tunggal oleh perusahaan negara.
Menurut beberapa sumber, faktor yang memicu lahirnya UU No. 36 Tahun 1999 adalah:
1. Perubahan teknologi;
2. Krisis Ekonomi, Sosial dan Politik; serta
3. Dominasi pemerintah dalam penyelenggaraan telekomunikasi dan proyek Nusantara21;
4. Perubahan nilai layanan telekomunikasi dari barang publik menjadi komoditas;
5. Teledensity rendah;
6. Masuknya modal asing di sektor telekomunikasi;
7. Keterbatasan penyelenggara pada era monopoli dalam hal pembangunan infrastruktur;
8. Pergeseran paradigma perekonomian dunia, dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi;
9. Praktik bisnis yang tidak sehat di sektor telekomunikasi; dan
10. Kurangnya sumber daya manusia di sektor telekomunikasi.
1. Perubahan teknologi;
2. Krisis Ekonomi, Sosial dan Politik; serta
3. Dominasi pemerintah dalam penyelenggaraan telekomunikasi dan proyek Nusantara21;
4. Perubahan nilai layanan telekomunikasi dari barang publik menjadi komoditas;
5. Teledensity rendah;
6. Masuknya modal asing di sektor telekomunikasi;
7. Keterbatasan penyelenggara pada era monopoli dalam hal pembangunan infrastruktur;
8. Pergeseran paradigma perekonomian dunia, dari masyarakat industri menjadi masyarakat informasi;
9. Praktik bisnis yang tidak sehat di sektor telekomunikasi; dan
10. Kurangnya sumber daya manusia di sektor telekomunikasi.
Tujuan dari pembuatan UU No. 36 mengenai telekomunikasi ini agar setiap penyelenggara jaringan dan penyelenggara jasa telekomunikasi di Indonesia dapat mengerti dan memahami semua hal yang berhubungan dengan telekomunikasi dalam bidang teknologi informasi dari mulai azas dan tujuan telekomunikasi, penyelenggaraan telekomunikasi, penyidikan, sangsi administrasi dan ketentuan pidana.
Jadi, kemajuan dalam bidang telekomunikasi ini tidak menimbulkan adanya keterbatasan dalam mengatur penggunaannya dibidang teknologi informasi, karena sebagaimana yang kita ketahui, bahwa telekomunikasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan teknologi informasi ini sebagai salah satu industri yang selalu mengalami perubahan yang sangat dinamis, baik dari teknologi, aplikasi, layanan dan tuntutan kebutuhan pemakai jasa.
Jadi, kemajuan dalam bidang telekomunikasi ini tidak menimbulkan adanya keterbatasan dalam mengatur penggunaannya dibidang teknologi informasi, karena sebagaimana yang kita ketahui, bahwa telekomunikasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan teknologi informasi ini sebagai salah satu industri yang selalu mengalami perubahan yang sangat dinamis, baik dari teknologi, aplikasi, layanan dan tuntutan kebutuhan pemakai jasa.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang
dimaksud dengan :
1. Telekomunikasi
adalah setiap pemancar,pengiriman,dan atau penerimaan dari setiap informasi
dalam bentuk tanda-tanda,isyarat,tulisan,gambar,suara,dan bunyi melalui sistem
kawat,optik,radio,atau sistem elektromanetik lainnya;
2. Alat
telekomunikasi adalah setiap alat perlengkapan yang digunakan dalam
pertelekomunikasian;
3. Perangkat
telekomunikasi adalah sekelompok alat telekomunikasi yang memungkin- kan
bertelekomunikasi;
4. Sarana
dan prasarana telekomunikasi adalah segala sesuatu yang memungkinkan dan
mendukung berfungsinya telekomunikasi;
5. Pemancar
radio adalah alat telekomunikasi yang menggunakan dan memancarkan gelomban
radio;
6. Jaringan
telekomunikasi adalah rangkaian perangkat telekomunikasi dan kelengkapannya
yang digunakan dalam bertelekomunikasi;
7. Jasa
telekomunikasi adalah layanan telekomunikasi untuk mmemenuhi kebutuhan
bertelekomunikasi dengan menggunakan jaringan telekomunikasi;
8. Penyelenggara
telekomunikasi adalah perseorangan,koperasi,Badan Usaha Milik Daerah
(BUMD),Badan Usaha Milik Negara (BUMN),badan usaha swasta,instansi
pemerintah,dan instansi pertahanan keamanan negara;
9. Pelanggan
adalah perseorangan,badan hukum,instansi pemerintah yang menggunakan jaringan
telekomunikasi dan atau jasa telekomunikasi berdasarkan kontrak;
10. Pemakai
adalah perseorangan,badan hukum,instansi pemerintah yang menggunakan jaringan
telekomunikasi dan atau jasa telekomunikasi berdasarkan kontrak;
11. Pengguna
adalah pelanggan dan pemakai;
12. Penyelenggara
telekomunikasi adalah kegiatan penyediaan dan pelayanan telekomunikasi sehingga
memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi;
13. Penyelenggara
jaringan telekomunikasi adalah kegiatan penyediaan dan pelayanan jaringan
telekomunikasi sehingga memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi;
14. Penyelenggara
jasa telekomunikasi adalah kegiatan penyediaan dan pelayanan jasa
telekomunikasi sehingga memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi;
15. Penyelenggara
telekomunikasi khusus adalah penyelenggara telekomunikasi yang bersifat,peruntukan,dan
pengoperasiannya khusus;
16. Interkoneksi
adalah keterhubungan antara jaringan telekomunikasi dari penyelenggara jaringan
telekomunikasi yang berbeda;
17. Menteri
adalah Menteri yang ruang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang
telekomunikasi.
BAB II
ASAS dan TUJUAN
Pasal 2
Telekomunikasi diselenggarakan berdasarkan asas manfaat, adil dan merata, kepastian hukum, keamanan, kemitraan, etika, dan kepercayaan pada diri sendiri.
Pasal 3
Telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintahan, serta meningkatkan hubungan antarbangsa.
referensi :
Senin, 21 April 2014
Boomingnya Outsourcing
Beberapa tahun yang lalu mungkin belum banyak yang tahu atau bahkan mendengar tentang outsourcing. Sebagian dari kita mungkin mendengarnya dari televisi atau berbagai berita mengenai hal ini. Sebagian yang belum pernah merambah dunia ketenagakerjaan mungkin cukup bingung dengan penggunaan istilah outsourcing ini. Namun sekarang, outsourcing menjadi salah satu kata yang sering kita dengar, baik oleh mereka yang sudah menjadi tenaga kerja ataupun belum.
Outsourcing (alih daya) dalam hukum ketenagakerjaan di Indonesia diartikan ssebagai pemborongan pekerjaan dan penyediaan jasa tenaga kerja. Pengaturan hukum outsourcing di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 (pasal 64, 65, dan 66). Outsourcing atau dikenal dengan alih daya (penyediaan jasa pekerja / buruh) adalah perjanjian antara perusahaan pemberi pekerjaan dengan perusahaan penyedia jasa pekerja / buruh yang memuat hak dan kewajiban para pihak.
Dalam era globalisasi dan tuntutan persaingan dunia usaha yang ketat saat ini, maka perusahaan dituntut untuk berusaha meningkatkan kinerja usahanya melalui pengelolaan organisasi yang efektif dan efisien. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mempekerjakan tenaga kerja seminimal mungkin untuk dapat memberi kontribusi maksimal sesuai sasaran perusahaan. Untuk itu perusahaan berupaya fokus menangani pekerjaan yang menjadi bisnis inti (core business), sedangkan pekerjaan penunjang diserahkan kepada pihak lain. Proses kegiatan inilah yang dikenal dengan istilah “outsourcing”.
Outsourcing (alih daya) dalam hukum ketenagakerjaan di Indonesia diartikan ssebagai pemborongan pekerjaan dan penyediaan jasa tenaga kerja. Pengaturan hukum outsourcing di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 (pasal 64, 65, dan 66). Outsourcing atau dikenal dengan alih daya (penyediaan jasa pekerja / buruh) adalah perjanjian antara perusahaan pemberi pekerjaan dengan perusahaan penyedia jasa pekerja / buruh yang memuat hak dan kewajiban para pihak.
Dalam era globalisasi dan tuntutan persaingan dunia usaha yang ketat saat ini, maka perusahaan dituntut untuk berusaha meningkatkan kinerja usahanya melalui pengelolaan organisasi yang efektif dan efisien. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mempekerjakan tenaga kerja seminimal mungkin untuk dapat memberi kontribusi maksimal sesuai sasaran perusahaan. Untuk itu perusahaan berupaya fokus menangani pekerjaan yang menjadi bisnis inti (core business), sedangkan pekerjaan penunjang diserahkan kepada pihak lain. Proses kegiatan inilah yang dikenal dengan istilah “outsourcing”.
Minggu, 20 April 2014
Sekilas Tentang PT. MetraPlasa
Awal Mula
Nama MetraPlasa merupakan gabungan dari PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) dan Plasa.com. Mungkin sudah banyak yang tahu tentang Plasa.com yang merupakan salah satu portal terbesar di Indonesia yang menyediakan layanan layanan forum, email, Komunitas Sekolah Indonesia, blog, web chat, Plasa messenger, dan termasuk juga layanan banner. Namun PT Telkom melahirkan kembali Plasa.com sebagai portal dari online marketplace di Indonesia. Sedangkan PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) adalah strategic investment holding company yang bergerak di industri Informasi, Media & Edutainment, and Services (IMES).
TelkomMetra didirikan pada tanggal 28 Mei 1997, dengan portofolio bisnis Pay TV. Pada tahun 2003 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mengakuisisi 99,99 % saham METRA dan mulai mengembangkan portofolio bisnis Calling Card berbasis Switch dan VoIP. Pada tahun 2005, TelkomMetra mulai melakukan ekspansi usaha dibidang komunikasi data berbasis satelit VSAT ( Very Small Aperture Terminal).
Jumat, 21 Maret 2014
Komedi : Antara Candaan dan Celaan
Tidak dapat dipungkiri memang, semua orang pasti membutuhkan dan menginginkn hiburan untuk menghilangkan stress, ataupun hanya untuk bersantai. Apalagi untuk masyarakat kota yang rutinitas dan tingkat stressnya cukup tinggi, mereka akan mencari hiburan disela-sela waktu luangnya walau hanya sebentar. Cara yang paling mudah adalah dengan menonton acara televisi, terutama acara komedi yang berisi humor-humor yang dapat membuat penontonnya tertawa sehingga –paling tidak- sedikit menghilangkan stressnya.
Jika diperhatikan, dari dulu sampai sekarang, hampir semua stasiun tv memiliki acara komedi, namun –mungkin- bedanya, dulu acara komedi dikemas dengan berbagai macam bentuk yang berbeda, sedangkan saat ini –mungkin- hampir semua acara komedi memiliki kemiripan. Misalnya saja, jika salah satu televisi membuat program komedi dan di dalamnya terdapat properti yang terbuat dari styrofoam dan kemudian acara tersebut sukses, maka stasiun televisi lain akan membuat acara yang hampir sama dengan styrofoamnya itu. Kebanyakan styrofoam yang awalnya sebagai property penunjang acara malah berubah menjadi “senjata” untuk saling memukul antar pemainnya. Anehnya hal tersebut dianggap lucu oleh kebanyakan orang.
Jika diperhatikan, dari dulu sampai sekarang, hampir semua stasiun tv memiliki acara komedi, namun –mungkin- bedanya, dulu acara komedi dikemas dengan berbagai macam bentuk yang berbeda, sedangkan saat ini –mungkin- hampir semua acara komedi memiliki kemiripan. Misalnya saja, jika salah satu televisi membuat program komedi dan di dalamnya terdapat properti yang terbuat dari styrofoam dan kemudian acara tersebut sukses, maka stasiun televisi lain akan membuat acara yang hampir sama dengan styrofoamnya itu. Kebanyakan styrofoam yang awalnya sebagai property penunjang acara malah berubah menjadi “senjata” untuk saling memukul antar pemainnya. Anehnya hal tersebut dianggap lucu oleh kebanyakan orang.
Sabtu, 05 Mei 2012
DPR vs PPI
Studi banding atau kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri selalu dilakukan oleh anggota DPR setiap tahunnya. Dalam satu tahun itu kunker tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali saja, tapi beberapa kali, dan setiap komisi DPR melakukan studi banding ini ke negara yang berbeda. Kunjungan kerja yang dilakukan ke luar negeri tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit, dan hal ini sudah ada anggarannya tersendiri dalam DPR. Nah pertanyaannya, apakah kunker tersebut memang benar-benar dilakukan untuk kerja atau malah untuk berwisata? Lalu adakah hasil yang didapat selama para wakil rakyat tersebut melakukan kunker ke luar negeri?
Hal ini sebenarnya sudah sangat sering dibahas di berbagai berita.mulai dari membahas tentang besarnya dana yang dipakai untuk kunjungan ke luar negeri, hasil apa yang di dapat setelah melakukan kunjungan sampai membahas tentang kegiatan apa saja yang dilakukan para wakil rakyat kita selama berhari-hari melakukan kunjungan.
Hal ini sebenarnya sudah sangat sering dibahas di berbagai berita.mulai dari membahas tentang besarnya dana yang dipakai untuk kunjungan ke luar negeri, hasil apa yang di dapat setelah melakukan kunjungan sampai membahas tentang kegiatan apa saja yang dilakukan para wakil rakyat kita selama berhari-hari melakukan kunjungan.
Jumat, 04 Mei 2012
Lab kuu
Laboraturium Sistem Informasi, Laboraturium Teknik Informasi, Laboraturium Fisika Dasar dan Laboraturium lainnya yang dimiliki masing-masing jurusan. Atau ada juga iLab, Integrated Laboratory, Lab milik seluruh mahasiswa. Lalu apa yang aneh dari Lab tersebut? Tidak
ada yang aneh, pada awalnya, tapi selanjutnya muncullah keanehan itu, lebih
tepatnya disebut sebagai masalah sebenarnya. Masalah yang cukup mengganggu,
mengesalkan dan bikin emosi, terkadang.
Laboraturium Sistem
Informasi (LabSI) dan laboraturium yang dimiliki oleh masing-masing setiap
jurusan lainnya. Ruangan yang didalamnya terdapat kurang lebih sekitar 50 komputer, komputer
yang menurut sebagian –atau mungkin seluruh- mahasiswa, sangat jadul. Komputernya memang cukup
banyak, tapi sayangnya yang berfungsi tidak sebanyak itu, mungkin hanya
setengahnya, kadang setengahnya saja sudah bersyukur komputernya bisa
dijalankan. Terkadang lagi, komputer yang berfungsi itu belum tentu terdapat
software yang akan kita gunakan untuk praktek. Terkadang lagi dan lagi,
komputer yang sudah ada software yang
akan kita butuhkan juga belum tentu bisa digunakan softwarenya.
Lalu apa yang terjadi?
Kita hanya mendengarkan sang kakak asisten menjelaskan, sambil membayangkan apa
yang dijelaskannya. Cukup sulit, apalagi yang dijelaskan tentag program. Kita
harus membayangkan logika program tersebut dalam otak dan bagaimana hasil dari
program tersebut. Bagi seorang programmer mungkin tidak sulit, tapi bagi orang
biasa yang sedang menapaki jalan menjadi seorang programmer tentu tidak mudah.
Cerita dari Netscape, Yahoo dan Google
Mark Zuckerberg
(Facebook), Larry Page dan Sergey Brin (Google), atau mungkin Jerry Yang (Yahoo!), sepertinya sudah tidak asing lagi mendengar namanya. Ya, mereka adalah beberapa
orang yang menggemparkan dunia dengan inovasi yang diciptakannya dan berhasil
menjadi penguasa internet. Lalu bagaimana dengan Marc Andereessen? Bagi
anak-anak sekarang, termasuk saya juga, nama itu seperti masih asing. Tapi dulu, apalagi orang-orang IT, sepertinya
sangat yakin kalau Marc Andereessen ini akan menjadi seorang penguasa internet.
HTTP/HTML memang bukan
Marc yang menciptkan, melainkan Tim Berners Lee, tapi Marc Andereessen bersama Eric Bina lah
yang mewujudkannya melalui browser yang mereka ciptakan bernama Mosaic, browser
web pertama di dunia. Karena hasil ciptaannya yang berupa web browser itulah
orang-orang yakin bahwa dia akan menjadi penguasa internet. Tapi selanjutnya,
apakah Marc memang menjadi penguasa internet? Jawabannya iya, hanya sesaat,
selanjutnya tidak.
Untuk mengkomersialkan
hasil temuannya kepada dunia, Marc bersama Jim Clark mendirikan Netscape
Communications. Pada saat itu diperkirakan web akan menjadi landasan untuk
pengembangan macam-macam aplikasi dan Netscape yang menjadi ‘aktor’ utamanya
akan mendapatkan pundi-pundi dollar yang tidak sedikit. Netscape jugalah yang
menciptakan berbagai macam teknologi web seperti Secure Sockets Layer (SSL) dan
JavaScript. Dan tidak sampai 2 tahun kemudian, Netscape pun go public.
Senin, 30 April 2012
Pengalaman Pertama Menambah SKS
Jika pada postingan sebelumnya saya sedikit menceritakan tentang bagaimana caranya jika ingin menambah SKS / mengambil mata kuliah lain, sekarang saya akan sedikit menceritakan pengalaman pertama saya dan kedua teman saya tentang penambahan SKS tersebut. Mulai dari mencari dosen dan kelas yang akan di ikuti, mengatur jadwal yang ternyata bentrok dengan jadwal praktikum, kejadian saat pengisian KRS, sampai akhirnya selesai mengikuti kuliah 'di kelas orang'.
Setelah beberapa hari memepertimbangkan untuk menambah SKS dan mencari informasi, akhirnya kita bertiga memutuskan untuk mengambil mata kuliah Sistem Informasi Asuransi dan Keuangan dengan dosen pengajar ibu Feny Fidyah. Kita juga memutuskan untuk mengambil jadwal di hari Senin, karena jadwal kosong kita ada di hari Senin, dan di hari Senin itu mata kuliah tersebut ada di semua jam, dari jam ke 1-10 dan kebetulan juga dosen yang kita ikuti mengajar mata kuliah SIAK di semua jam di hari Senin.
Pada saat mengikuti penambahan kuliah ini, kelas kita, 2ka01, belum mendapatkan jadwal untuk praktek, dan kemungkinan akan bentrok dengan penambahan mata kuliah yang kita ambil ini. Tapi ketika kita menjelaskan ke dosennya, untungnya beliau mengerti dan memakluminya. Awalnya kita masuk di kelas 3ka15 pada jam ke 1 dan 2, tapi kalau tidak salah hanya dua kali di kelas itu, karena selanjutnya kita ada praktek LabSI di jam ke 1 dan 2 itu. Akhirnya kita masuk di jam 3 dan 4, yaitu di kelas 3ka11, dan lagi-lagi di kelas itu pun hanya mengikuti dua kali, karena selanjutnya jadwal iLab pun keluar dan bentrok dengan jadwal SIAK kita. Untungnya pada saat itu kita belum mengisi KRS, jadi kita belum 'terdaftar' dikelas itu.
Setelah beberapa hari memepertimbangkan untuk menambah SKS dan mencari informasi, akhirnya kita bertiga memutuskan untuk mengambil mata kuliah Sistem Informasi Asuransi dan Keuangan dengan dosen pengajar ibu Feny Fidyah. Kita juga memutuskan untuk mengambil jadwal di hari Senin, karena jadwal kosong kita ada di hari Senin, dan di hari Senin itu mata kuliah tersebut ada di semua jam, dari jam ke 1-10 dan kebetulan juga dosen yang kita ikuti mengajar mata kuliah SIAK di semua jam di hari Senin.
Pada saat mengikuti penambahan kuliah ini, kelas kita, 2ka01, belum mendapatkan jadwal untuk praktek, dan kemungkinan akan bentrok dengan penambahan mata kuliah yang kita ambil ini. Tapi ketika kita menjelaskan ke dosennya, untungnya beliau mengerti dan memakluminya. Awalnya kita masuk di kelas 3ka15 pada jam ke 1 dan 2, tapi kalau tidak salah hanya dua kali di kelas itu, karena selanjutnya kita ada praktek LabSI di jam ke 1 dan 2 itu. Akhirnya kita masuk di jam 3 dan 4, yaitu di kelas 3ka11, dan lagi-lagi di kelas itu pun hanya mengikuti dua kali, karena selanjutnya jadwal iLab pun keluar dan bentrok dengan jadwal SIAK kita. Untungnya pada saat itu kita belum mengisi KRS, jadi kita belum 'terdaftar' dikelas itu.
Cara Penambahan SKS
Awalnya teman saya bertanya apakah kita bisa menambah SKS, maksudnya mengambil atau menambah mata kuliah di kampus. Tetapi ternyata banyak yang tidak tau, ada yang bilang tidak bisa dan ada juga yang bilang bisa, tapi tidak tau bagaimana caranya. Akhirnya setelah mencari tau dan dengan modal nekat, saya dan kedua teman saya pun memutuskan untuk menambah SKS / mata kuliah. Pada postingan kali ini saya akan sedikit bercerita tentang bagaimana cara
penambahan SKS / mengambil mata kuliah lain berdasarkan pengalaman saya
dan teman-teman yang mengikutinya.
Ternyata untuk menambah mata kuliah itu tidak sulit kok. Caranya, pertama, yang harus di ingat adalah kalau kita sedang kuliah di semester ganjil, maka mata kuliah yang diambil pun harus mata kuliah yang diajarkan pada semester ganjil. Begitu juga kalau kita sedang kuliah di semester genap, maka mata kuliah yang akan kita ambil juga harus mata kuliah yang di ajarkan di semester genap. Misalnya, sekarang saya sedang kuliah semester 4, maka mata kuliah yang bisa saya ambil adalah mata kuliah yang ada di semester 6 atau 8.
Ternyata untuk menambah mata kuliah itu tidak sulit kok. Caranya, pertama, yang harus di ingat adalah kalau kita sedang kuliah di semester ganjil, maka mata kuliah yang diambil pun harus mata kuliah yang diajarkan pada semester ganjil. Begitu juga kalau kita sedang kuliah di semester genap, maka mata kuliah yang akan kita ambil juga harus mata kuliah yang di ajarkan di semester genap. Misalnya, sekarang saya sedang kuliah semester 4, maka mata kuliah yang bisa saya ambil adalah mata kuliah yang ada di semester 6 atau 8.
Jumat, 27 April 2012
Rovio vs Disney
Rovio, sang perusahaan pengembang Angry Birds, setelah menyaksikan betapa populernya para burung dan babi yang ada di permainannya ini, akhirnya memproduksi mainan, boneka, buku, t-shirt, topi, dan jenis-jenis merchandise lainnya, seperti gantungan kunci, gantungan hp, tas, headset, headphone dan masih banyak lagi barang-barang yang bergambar karakter Angry Birds ini. Semua barang-barang itu sudah seringkali kita jumpai, baik di Mall, toko mainan, bahkan di emperan pinggir jalan. Dan entah sudah berapa puluh juta merchandise tersebut terjual.
Langganan:
Postingan (Atom)