Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Sosial Dasar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Januari 2011

Kegagalan Timnas

PSSI, Timnas, dan Suporter

Kegagalan Timnas dalam ajang Piala AFF kemarin sepertinya tidak ada habisnya untuk dibahas. Tampil meyakinkan pada penyisihan grup sampai babak semifinal, tapi akhirnya kita harus menerima kenyataan kalah dari Malaysia. Walaupun pada final leg kedua Timnas kita menang 2-1, tapi Indonesia kalah agregat gol 4-2 dari Malaysia.
Kemenangan-kemenangan yang diperoleh Timnas ketika babak penyisihan grup hingga babak semifinal nampaknya membuat terlena para pengurus PSSI. Mungkin hal itulah yang menyebabkan PSSI mau menerima banyak acara untuk Timnas seperti layaknya acara-acara seremonial tanpa memperhatikan dampaknya terhadap para pemain. Kunjungan makan siang ke rumah pejabat negara Aburizal Bakrie, undangan istighosah serta undangan makan malam yang diadakan oleh Menpora Andi Malarangeng di Kuala Lumpur adalah undangan yang diterima oleh PSSI untuk Timnas. Untuk acara makan malam yang diadakan oleh Menpora yang diadakan di Kuala Lumpur, pelatih Timnas Alfred Riedl menolak undangan tersebut karena para pemain harus menyiapkan diri untuk laga final leg pertama yang akan dilaksanakan keesokan harinya.

Seharusnya sebagai organisasi tertinggi sepakbola nasional, para pengurus PSSI mengerti kondisi para pemain Timnas yang akan bertanding. Mereka memang punya hak untuk mengadakan dan menerima acara-acara sebagai ungkapan kebanggaan pada Timnas. Tapi seharusnya itu dilakukan setelah final selesai dilaksanakan, bukan ketika akan menjalani laga final. Banyak yang menganggap apa yang dilakukan oleh PSSI itu adalah sebagai politisasi. Kita tahu bahwa ketua umum PSSI, Nurdin Halid adalah anggota partai Golkar dan Aburizal Bakrie adalah ketua umum paratai Golkar. Apakah hal itu yang membuat PSSI menerima undangan makan siang di rumah sang pejabat? Mungkin saja begitu, atau mungkin ini adalah salah satu cara Nurdin Halid mengamankan posisinya? Apa yang dilakukan NH kesannya seperti "meminta bantuan" kepada sang pejabat agar posisinya sebagai ketua umum PSSI "aman".

Tapi sepertinya tidak hanya politisasi yang menjadi faktor kegagalan Timnas. Sorotan media yang terlalu berlebihan terhadap keberhasilan Timnas adalah salah satu faktor yang mempengaruhi. Banyaknya agenda wawancara yang harus dilakukan oleh para pemain Timnas sepertinya sangat mengganggu. setidaknya itulah yang diungkapkan oleh pelatih dan beberapa pemain. Mungkin sorotan media yang terlalu berlebihan itu membuat para pemain tertekan.

Kekalahan 3-0 Timnas atas Malaysia dan juga kegagalan menjadi juara membuat seluruh suprter dan penduduk Indonesia merasa sangat kecewa. Walau begitu mereka tetap bangga terhadap Timnas yang sudah bermain baik dan sudah berjuang untuk menjadi juara. Mereka berharap Timnas akan lebih baik lagi kedepannya dan bisa menjadi juara dalam ajang lainnya.

Sekarang kita tidak perlu saling menyalahkan siapa yang harus bertanggung jawab atas kekalahan Timnas. Kita harus tetap mendukung Merah-Putih apapun hasilnya, menang atau kalah. karena dalam setiap pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Timnas kita tetap menjadi juara, juara tanpa piala. Setidaknya kita kalah terhormat, itu masih lebih baik daripada menang dengan tidak terhormat.

Minggu, 28 November 2010

Si Raja Fulus

Tiada Hari Tanpa Gayus

Sekitar tujuh bulan yang lalu namanya mulai banyak dibicarakan orang. Dari mulai masyarakat biasa, para politikus, pejabat sampai Pak Presiden pun angkat bicara. Dari mulai media massa, media elektronik sampai dunia maya pun ikut-ikutan berkomentar mengenainya. Dia hanyalah seorang PNS golongan IIIA yang bekerja sebagai Penelaah Keberatan Direktorat Jenderal Pajak. Gajinya setiap bulan ditambah dengan tunjangan sana sini "hanya" sekitar 12 jutaan. Tapi dengan gajinya itu, sekarang dia sudah menjadi PNS terkaya di Indonesia atau mungkin malah di dunia. Ya, dialah Gayus Halomoan Tambunan atau yang biasa kita kenal Gayus Tambunan, sang makelar kasus pajak.

Banyak orang menilai markus pajak oleh Gayus ini sudah selesai karena dia sudah berada di balik jeruji besi. Tapi tujuh bulan kemudian, si Raja Fulus kembali membuat namanya menjadi headline diseluruh media di Indonesia. Tiada hari tanpa Gayus. Mungkin itu ungkapan yang cocok untuk menggambarkan kondisi sekarang ini. Ya, gayus bikin ulah lagi, kali ini bukan karena penggelapan pajak yang dia lakukan seperti pada kasus sebelumnya, tapi karena ulahnya yang "kabur" dari tahanan Brimob Kelapa Dua. Dengan samarannya memakai rambut palsu dan kacamata, dia dengan santainya menonton pertandingan tenis di Bali. Cukup dengan 50 juta per bulan Gayus "membayar" para Pak Polisi dan dia pun bisa dengan mudahnya keluar masuk rutan. 

Pertanyaannya, mengapa Gayus melakukan itu semua? 
Mungkin Gayus ingin menunjukan bahwa betapa rapuhnya lembaga penegak hukum di negeri kita ini, dan sepertinya dia juga ingin menunjukan bahwa dia tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan para koruptor lain yang masih berkeliaran. Dalam urusan korupsi masih banyak aparatur negara ini yang lebih bobrok dibandingkan dirinya. Buktinya Gayus sudah mengakui bahwa uang yang dia terima adalah dari perusahaan-perusahaan besar yang kebanyakan dimiliki oleh pengusaha terkenal di negeri ini. 

Bukankah yang disuap dan yang menyuap sama saja harus dikenai hukuman? Tapi kenapa mereka yang menyuap dibiarkan bebas berkeliaran?  Sepertinya para penegak hukum tidak ada itikad untuk mengejar para pelaku suap itu. 

Apapun yang terjadi, uang memegang peranan penting dalam kasus ini. Uang adalah segalanya bagi orang-orang yang terlibat dalam kasus ini. Dan sepertinya uang sudah mengatur negara ini. Sekarang kita tinggal menunggu apakah masalah Gayus ini akan selesai sampai ke akarnya atau malah akan semakin banyak kasus Gayus-Gayus lainnya? Jika uang masih mengatur negara ini sepertinya kasus Gayus-Gayus yang lainnya akan semakin banyak. Kalau sudah begitu sepertinya ungkapan tiada hari tanpa Gayus pun akan berlanjut.

Rabu, 17 November 2010

Anak Jalanan

Siapa yang Peduli pada Mereka?


Mereka bukanlah siapa-siapa. Mereka hanyalah bagian dari kita yang kesulitan mencari sesuap nasi hanya untuk bertahan hidup. Mereka melakukan apa pun yang bisa mereka kerjakan hanya untuk mencari sesuap nasi setiap harinya. Itulah mereka....
Anak jalanan....
Mengamen, memulung, dan mengemis. Mungkin itu hanyalah beberapa hal yang dilakukan oleh para anak jalanan. Mereka yang seharusnya belajar dan bermain dengan teman-temannya, dengan terpaksa harus "bekerja" untuk mendapatkan sedikit uang. Mereka banyak yang hidup di sudut-sudut kota, jauh dari keramaian dan gemerlap kota. Tapi mereka harus menghadapi kejamnya kota untuk mencari uang dan bertahan hidup.
Sekarang ini rasanya semakin banyak anak-anak yang hidup di jalanan. Fenomena merebaknya anak jalanan di Indonesia ini merupakan salah satu persoalan sosial yang kompleks.Terkadang mereka menjadi sebuah "masalah" bagi masyarakat dan banyak pihak lainnya. Tapi bagaimana pun masalah ini janganlah dianggap sepele. Saat ini sudah banyak LSM yang peduli pada kondisi anak jalanan. Tapi bukan berarti dengan banyaknya LSM tersebut masalah sosial ini bisa diatasi. Bagaimanapun masalah ini harus ada campur tangan dari negara (khususnya pemerintah dalam hal ini). 
Pasal 34 ayat 1 UUD 1945 menyatakan "Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara". itu artinya pemerintah mempunyai tanggung jawab terhadap anak-anak terlantar termasuk anak-anak jalanan. Tapi apakah pemerintah sudah melakukan tanggung jawabnya? Jika mereka mau sedikit saja meluangkan waktunya untuk menyelesaikan maslah ini, mungkin di setiap jalan yang kita lewati, kita tidak akan menemukan anak-anak yang mengamen, atau mengemis. Selain itu, kehidupan anak-anak itupun akan lebih baik lagi. Mungkin itu hanyalah sekedar harapan saja, karena kenyataannya tidak ada upaya yang serius dari pemerintah untuk menanggulangi masalah ini. Jika sudah begini siapa lagi yang akan peduli pada mereka, anak jalanan?
Hidup menjadi anak jalanan memang bukanlah pilihan yang menyenangkan. Tapi inilah hidup. Kita tidak selamanya bisa memilih, suka ataupun duka harus kita terima dengan sabar dan ikhlas.

Minggu, 31 Oktober 2010

UG Studentsite

Studentsite dan Mahasiswa

Studentsite adalah salah satu situs layanan yang disediakan oleh Unversitas Gunadarma untuk para mahasiswanya. Situs mahasiswa atau studentsite ini disediakan bagi mahasiswa untuk memperoleh informasi dari dosen atau dari berbagai program dan layanan gunadarma lainnya. Dengan banyaknya fitur-fitur yang tersedia pada situs ini, memudahkan para mahasiswa untuk memeperoleh informasi, khususnya informasi untuk proses belajar-mengajar.

Adapun fitur-fitur yang tersedia dalam studentsite diantaranya adalah :

1.  Locker
Dalam fitur ini mahasiswa dapat mengetahui kegiatan akademisnya di Gunadarma. Di dalam locker ini banyak terdapat menu-menu layanan yang berhubungan dengan kegiatan akademis mahasiswa. Menu-menu tersebut beberapa diantaranya sudah terintegrasi dengan situs resmi layanan gunadarma yang bersangkutan, seperti BAAK online, dan web server layanan gunadarma lainnya.

Adapun menu-menu yang terdapat dalam locker diantaranya :
  • Home
Merupakan halaman awal dari web studentsite. Untuk masuk ke akun studentsite, mahasiswa dapat login dengan memasukan username dan password yang telah didaftarkan pada saat aktivasi studentsite. Dihalaman ini juga terdapat berita-berita terbaru tentang Gunadarma dan berita dari BAAK.
  • BAAK News
Fitur ini berisi tentang berita-berita terbaru mengenai kegiatan akademis mahasiswa.
  • Lecture Message
Berisi pesan dari dosen yang ditujukan kepada mahasiswa atau user yang bersangkutan.
  • Rangkuman Nilai
Menu ini memuat nilai-nilai mahasiswa atau user yang bersangkutan. Dengan begitu orang lain tidak akan mengetahui nilai-nilai akademis yang diperoleh user yang bersangkutan.
  • Jadwal Kuliah
Menu ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, karena dengan adanya fitur ini mahasiswa jadi lebih mudah mengetahui jadwal kuliahya.
  • Jadwal Ujian
Fitur ini sama halnya dengan jadwal kuliah, disini memberikan informasi tentang jadwal ujian bagi mahasiswa.
  • Info Seminar
Menu ini berisi informasi tentang seminar-seminar yang akan diadakan, sehingga mahasiswa dapat mengetahui jadwal seminar.

2.  E-mail
Fitur ini digunakan untuk mengirim atau menerima email atau surat elektronik.
3.  Address Book
Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk menyimpan daftar kontak.
4.  Calendar
Dengan fitur ini mahasiswa dapat mengatur jadwalnya layaknya agenda pribadi.
5.  File Manager
Sesuai dengan namanya, fitur ini digunakan untuk menyimpan dan mengeola file-file yang telah dibuat oleh mahasiswa atau user yang bersangkutan.
6.  Forum
Disini mahasiswa bisa saling berinteraksi dan bertukar pikiran mengenai suatu topik yang akan dibicarakan.
7.  Bookmrk
Disini mahasiswa dapat menyimpan URL dari situs-situs yang sering mereka kunjungi.
8.  Logout
Untuk keluar dari akun studentsite yang aktif.

Studentsite hanyalah sebuah situs atau web server biasa yang pastinya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah pendapat saya mengenai kelebihan dan kekurangan dari situs http://studentsite.gunadarma.ac.id

Kelebihannya :
-  Mempermudah mahasiswa untuk mendapatkan informasi mengenai kegiatan akademisnya.
-  Dapat mengakses situs layanan Gunadarma lainnya, tanpa harus bersusah payah mencarinya.
-  Dapat berfungsi sebagai e-mail, blog pribadi, dokumen pribadi atau hanya sekedar membaca pengumuman.
-  Lebih efektif dan efisien dalam mencari dan mendapatkan informasi.
-  Menghemat waktu mahasiswa untuk mendapatkan informasi atau pengumuman.

Kekurangannya :
-  Seringnya studentsite tidak dapat diakses. Menurut saya mungkin ini karena banyaknya mahasiswa yang mengakses studentsite dalam waktu yang bersamaan.
-  Tampilan halamannya kurang menarik.
-  Terkadang ada beberapa fitur yang tidak dapat digunakan atau tidak berfungsi.

Semoga situs yang sangat penting dan berguna bagi mahasiswa ini bisa lebih di perbaiki dan ditingkatkan lagi fasilitas-fasilitasnya agar mahasiswa semakin mudah dan nyaman dalam mengaksesnya.
http://studentsite.gunadarma.ac.id

Kamis, 21 Oktober 2010

PSSI yang Sesuka Hati


Beberapa bulan yang lalu, Alfred Riedl ditunjuk oleh PSSI untuk menjadi pelatih tim nasional Indonesia. Dia dipilih karena berhasil membawa Vietnam lolos ke babak kedua Piala Asia 2008. Tapi beberapa waktu yang lalu setelah timnas Indonesia berujicoba melawan Uruguay dan Maladewa, Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI mengeluhkan kepemimpinan Alfred Riedl. Dia menganggap Alfred Riedl sama sekali tidak memberikan kemajuan dan perkembangan yang berarti bagi tim nasional Indonesia. Padahal, Riedl baru melatih timnas selama empat bulan dan dalam dua pertandingan ujicoba, yaitu melawan Uruguay dan Maladewa.
Mungkin PSSI sudah biasa mengeluh, mengkritik atau melakukan apapun yang mereka anggap benar dengan sesuka hati. Karena selain Riedl, Peter White juga pernah mendapatkan perlakuan sesuka hatinya PSSI. Saat itu Peter White ditunjuk oleh PSSI untuk melatih timnas karena berhasil membawa tim nasional Thailand menjuarai Piala Tiger. tapi belum apa-apa dia sudah dipecat oleh PSSI.

PSSI hanya bisa mengeluh dan mengkritik, tapi tidak pernah mau mendengarkan keluhan dan kritikan dari orang-orang. Jika PSSI terus seperti itu, kapan sepakbola Indonesia bisa lebih baik lagi? Seharusnya PSSI belajar untuk menerima saran dan kritikan dari masyarakat. Toh
kritikan yang selama ini ditujukan untuk PSSI bukanlah untuk menjatuhkan induk organisasi sepakbola Indonesia itu. Melainkan untuk menyadarkan para petinggi PSSI yang selama ini menurut saya belum melakukan sesuatu yang berarti untuk kemajuan sepakbola kita.




Transparent Teal Star Multi-Colored Light Pointer